<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ajiperdana's Blog</title>
	<atom:link href="http://ajiperdana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ajiperdana.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Oct 2011 12:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ajiperdana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ajiperdana's Blog</title>
		<link>http://ajiperdana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ajiperdana.wordpress.com/osd.xml" title="Ajiperdana&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ajiperdana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengukur Pertumbuhan Knowledge Management di Perusahaan</title>
		<link>http://ajiperdana.wordpress.com/2011/10/07/mengukur-pertumbuhan-knowledge-management-di-perusahaan/</link>
		<comments>http://ajiperdana.wordpress.com/2011/10/07/mengukur-pertumbuhan-knowledge-management-di-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 12:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajiperdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajiperdana.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Aji P Mirnanto/Dunamis Consulting Bagaikan sebuah perjalan perkembangan seekor kupu-kupu, mulai dari ulat, kepompong, lalu beralih menjadi kupu-kupu yang cantik. Begitu juga perjalanan dari implementasi Knowledge Management (KM) di perusahaan, bisa berkembang menjadi lebih baik, bermetamorfosis menjadi cantik, atau malah mati di tengah jalan. KM is a journey. Akan tetapi banyak pemimpin yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajiperdana.wordpress.com&amp;blog=6131767&amp;post=38&amp;subd=ajiperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Aji P Mirnanto/Dunamis Consulting</p>
<p>Bagaikan sebuah perjalan perkembangan seekor kupu-kupu, mulai dari ulat, kepompong, lalu beralih menjadi kupu-kupu yang cantik. Begitu juga perjalanan dari implementasi Knowledge Management (KM) di perusahaan, bisa berkembang menjadi lebih baik, bermetamorfosis menjadi cantik, atau malah mati di tengah jalan. KM is a journey.</p>
<p>Akan tetapi banyak pemimpin yang kurang menyadari arah perkembangan KM di perusahaannya. Mereka merasa telah berada pada jalur yang benar, tetapi tiba-tiba terjebak pada upaya yang sia-sia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mengetahui pengembangan KM adalah dengan menggunakan KM Assessment. Dari assessment tersebut kita dapat mengetahui seberapa baik kita telah menerapkan KM dan seberapa besar pengaruh KM terhadap kinerja organisasi. Selain itu, yang terpenting adalah strategi kedepan yang dibuat berdasarkan assessment tersebut.</p>
<p>Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan KM diantaranya adalah Most Admired Knowledge Enterprises (MAKE) Assessment, Collaborative Climate Survey (CCS), dan Intangible Asset Monitoring (IAM).</p>
<p>MAKE Study merupakan suatu studi yang dilakukan setiap tahun yang mengukur seberapa besar suatu organisasi dikagumi masyarakat untuk menjadi organisasi berbasis pengetahuan, atau Knowledge Enterprise. MAKE Study ini meliputi 8 kriteria: Kepemimpinan, budaya perusahaan, knowledge sharing dan kolaborasi, intellectual capital management, customer knowledge, inovasi, dan seberapa besar nilai tambah yang diberikan bagi perusahaan. MAKE Assessment merupakan suatu metode pengukuran dengan berbasis pada 8 kriteria tersebut. Selain memotret kondisi saat ini, alat ini juga membantu perusahaan dalam memformulasikan strategi agar dapat menjadi Knowledge Enterprises.</p>
<p>Collaborative Climate Survey merupakan instrumen hasil penelitian Hanken School of Economics, Finlandia dengan Queensland University of Technology, Australia, yang memperlihatkan bagaimana pengetahuan di suatu organisasi dapat mengalir secara efektif dan berpengaruh terhadap penciptaan nilai (value creation). Survei ini difokuskan pada empat faktor yang menggerakkan aliran pengetahuan dalam organisasi: Employee Attitude, Work Group Support, Immediate Supervisor, dan Organizational Culture.</p>
<p>Intangible Asset Monitoring merupakan metode yang mengukur pengaruh intangible assets terhadap kinerja organisasi dengan menggunakan 3 pilar : People Competence, Internal Process, dan External Structure. Pengukuran dibuat berdasarkan empat faktor utama dalam organisasi: Growth, Innovation/Renewal, Efficiency dan Risk. Dari hasil pengukuran ini, organisasi dapat memetakan sejauh mana peran intangible assets saat ini dan sisi mana yang perlu dioptimalkan.</p>
<p>Penggunaan ketiga tools tersebut disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Lama pengerjaan juga sangat bergantung dengan kondisi perusahaan. Pengukuran juga dapat dilakukan secara rutin, misalnya setiap tahun atau setiap dua tahun, agar perkembangan KM tetap berjalan dalam koridornya. Dengan arah perkembangan yang tepat, niscaya KM akan menjadi kupu-kupu yang memberikan nilai tambah positif terhadap perusahaan.</p>
<p>Aji Perdana Mirnanto<br />
Relationship Manager &#8211; Dunamis Consulting</p>
<p>Dikutip dari DunamisNewsletter edisi Desember 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajiperdana.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajiperdana.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajiperdana.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajiperdana.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajiperdana.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajiperdana.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajiperdana.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajiperdana.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajiperdana.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajiperdana.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajiperdana.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajiperdana.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajiperdana.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajiperdana.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajiperdana.wordpress.com&amp;blog=6131767&amp;post=38&amp;subd=ajiperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajiperdana.wordpress.com/2011/10/07/mengukur-pertumbuhan-knowledge-management-di-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d35dc1974540d4f9151ba114757b0330?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajiperdana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Top One di Majalah Bobo</title>
		<link>http://ajiperdana.wordpress.com/2009/03/10/top-one-di-majalah-bobo/</link>
		<comments>http://ajiperdana.wordpress.com/2009/03/10/top-one-di-majalah-bobo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 14:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajiperdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajiperdana.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Majalah Marketing, Agustus 2006<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajiperdana.wordpress.com&amp;blog=6131767&amp;post=31&amp;subd=ajiperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-32" title="ular-tangga" src="http://ajiperdana.files.wordpress.com/2009/03/ular-tangga.png?w=470&#038;h=355" alt="ular-tangga" width="470" height="355" /><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:8.0pt; 	margin-left:108.0pt; 	line-height:120%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	color:#5A5A5A; 	mso-themecolor:text1; 	mso-themetint:165; 	mso-bidi-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;">
<div id="attachment_30" class="wp-caption aligncenter" style="width: 479px"><img class="size-full wp-image-30" title="Cover" src="http://ajiperdana.files.wordpress.com/2009/03/covernya.png?w=469&#038;h=352" alt="Cover" width="469" height="352" /><p class="wp-caption-text">Cover</p></div>
<p>Apa jawaban yang anda pada pertanyaan “oli anda?”, pasti jawaban yang akan anda jawab adalah “Top one Juga kan!”.<span> </span>Ternyata slogan tersebut telah menancap di banyak masyarakat Indonesia, dan hal itu menandakan bahwa brand top one sudah banyak dikenal pada masyarakat di Indonesia. Top one juga banyak menggunakan <em>endorser</em> artis dan orang terkenal pada iklannya, mulai dari Mulan Jameela, Padi, sampai pada pengusaha Bob Sadino.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="color:windowtext;">Pada saat suatu kuliah IMC dikelas, pengajar saya pernah menjelaskan kalau anak kecil adalah salah satu <em>Potential Market</em> yang cukup besar.<span> </span>Hal tersebut ternyata dipraktekan juga oleh Top one, dengan menempatkan iklannya pada majalah anak-anak “Bobo”.<span> </span>Bentuk iklan tersebut ditampilkan secara menarik dengan bentuk selembar kertas karton yang diselipkan permainan ular tangga yang dihiasi banyak gambar.<span> </span>Salah satu bagian dari iklan tersebut dapat digunting untuk dibentuk dua buah mobil kecil dan satu buah dadu.<span> </span>Pada salah satu sisinya ada penjelasan singkat tentang edukasi yang berjudul “mengapa mobilmu butuh oli?”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="color:windowtext;">Daya tarik iklan tersebut menurut saya terletak pada sisi emosional dari anak.<span> </span>Pada saat anak-anak bermain permainan ular tangga tersebut bersama teman atau orang tua nya, otomatis terjadi kedekatan emosional antara teman dan orang tua.<span> </span>Dan menurut saya pada proses itulah si anak mulai mengenali oli dengan merek top one, sehingga top one berharap si anak apabila sudah beranjak dewasa menjadi pelanggan setia dari oli top one, atau dapat menjadi <em>Influencer</em> saat orang tua mereka membeli oli untuk kendaraannya. Karena pengaruh anak sebagai influencer juga cukup besar, yaitu mencapai 10%-20%. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="color:windowtext;">Executional framework pada iklan ini memanfaatkan fantasi anak serta bersifat informatif.<span> </span>Fantasi anak dapat timbul pada saat anak sedang bermain dan berfantasi bahwa mobil pada permainan itu adalah mobilnya sendiri.<span> </span>Anak juga dapat mulai mengetahui tentang peran oli untuk kendaraan, karena tulisan dalam iklan ini juga cukup informatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="color:windowtext;">Iklan tersebut sangat bertentangan dengan pakem selama ini, karena selama ini iklan oli selalu menempatkan promosinya dengan memanfaatkan <em>rational appeals</em> dengan menunjukan bahwa oli tersebut dapat membuat performa kendaraan menjadi lebih kencang atau lebih awet, sehingga banyak sekali perusahaan oli yang menjadi sponsor untuk event balap motor atau mobil. Atau ada juga yang menggunakan <em>exceptional Framework </em>pada <em>Testimonial </em>seperti yang selama ini dilakukan pada iklan TVC Top One. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="color:windowtext;">Iklan yang serupa juga pernah dilakukan juga oleh Nissan Serena pada majalah Bobo.<span> </span>Pertimbangan Nissan pada saat itu karena orang tua seringkali menyerahkan pilihan kepada anak sebagai bentuk kompensasi untuk kesenangan anak.<span> </span>Iklan tersebut ternyata menimbulkan efek positif bagi Nissan karena ternyata Bobo juga ikut dibaca orang tua, dan pemasangan iklan tersebut dapat dikatakan sukses, karena memberikan dampak positif bagi penjualan Nissan Serena.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="color:windowtext;">Anak kecil pada saat ini dapat menjadi market dari suatu iklan, sehingga peran orang tua di sini cukup penting untuk memberikan informasi yang bijaksana kepada anak mengenai suatu produk.<span> </span>Menurut saya bentuk iklan seperti ini juga dapat dimanfaatkan oleh brand-brand yang berhubungan dengan gadget (Ponsel atau laptop) atau institusi pendidikan seperti SD atau SMP, karena sifat keingintahuan anak pada umur belia sangat besar.<span> </span>Tapi tentunya hal itu juga tidak lepas dari pengawasan orang tua.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajiperdana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajiperdana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajiperdana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajiperdana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajiperdana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajiperdana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajiperdana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajiperdana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajiperdana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajiperdana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajiperdana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajiperdana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajiperdana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajiperdana.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajiperdana.wordpress.com&amp;blog=6131767&amp;post=31&amp;subd=ajiperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajiperdana.wordpress.com/2009/03/10/top-one-di-majalah-bobo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d35dc1974540d4f9151ba114757b0330?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajiperdana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ajiperdana.files.wordpress.com/2009/03/ular-tangga.png" medium="image">
			<media:title type="html">ular-tangga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ajiperdana.files.wordpress.com/2009/03/covernya.png" medium="image">
			<media:title type="html">Cover</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Kisah Hiu Kecil</title>
		<link>http://ajiperdana.wordpress.com/2009/01/21/belajar-dari-kisah-hiu-kecil/</link>
		<comments>http://ajiperdana.wordpress.com/2009/01/21/belajar-dari-kisah-hiu-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 14:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajiperdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajiperdana.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini diambil dari cerita nelayan-nelayan di Jepang yang harus menjual ikannya dalam keadaan segar.   Pada suatu saat nelayan-nelayan tersebut harus pergi melaut ke tempat yang cukup jauh untuk mendapatkan banyak ikan.  Akibatnya, ikan yang tiba di pantai diterima pelanggan sudah tidak segar lagi, harga pun jatuh.  Untuk mengatasi masalah tersebut mereka mengusahaakan lemari pendingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajiperdana.wordpress.com&amp;blog=6131767&amp;post=7&amp;subd=ajiperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><br />
<span style="font-family:&quot;"><img class="size-medium wp-image-8 alignleft" title="nemo-shark-749853" src="http://ajiperdana.files.wordpress.com/2009/01/nemo-shark-749853.jpg?w=300&#038;h=197" alt="nemo-shark-749853" width="300" height="197" />Kisah ini diambil dari cerita nelayan-nelayan di Jepang yang harus menjual ikannya dalam keadaan segar.   Pada suatu saat nelayan-nelayan tersebut harus pergi melaut ke tempat yang cukup jauh untuk mendapatkan banyak ikan.  Akibatnya, ikan yang tiba di pantai diterima pelanggan sudah tidak segar lagi, harga pun jatuh.  Untuk mengatasi masalah tersebut mereka mengusahaakan lemari pendingin atau <em>Frezer </em>yang dibawa ke atas perahu.  Akan tetapi usaha tersebut tidak dapat memuaskan pelanggan menikmati ikan segar, karena cita rasanya akan berkurang pada saat dibekukan, sehingga harga ikan-ikan tersebut semakin merosot tajam.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Langkah berikutnya yang ditempuh oleh nelayan-nelayan tersebut adalah menempatkan tangki besar pada perahu mereka.  Selanjutnya ikan-ikan yang dijaring akan dimasukan pada tangki tersebut secara berdesakan sampai ke tempat penjualan.  Akan tetapi sayangnya cara tersebut membuat ikan-ikan menjadi lemas, tapi tetap hidup ketika dibawa ke pelanggan.  Dan sayangnya masyarakat jepang tidak menyukai ikan lemas, karena cita rasanya berbeda dibandingkan dengan ikan hidup.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Pada akhirnya nelayan-nelayan tesrebut berfikir keras dan berusaha mencari solusi dari masalah tersebut.  Dan akhirnya mereka mengambil inisiatif tetap menggunakan tangki tapi dengan memasuakan ikan hiu kecil pada tangki tersebut.  Ikan hiu itu memang memakan ikan-ikan yang ada di dalam tangki, namun tidak banyak.  Sementara ikan-ikan lain lari dikejar-kejar hiu yang berada dalam tangki itu.  Hasilnya ikan-ikan tersebut tetap dalam kondisi siaga dan takut yang tanpa di sadarinya telah tiba di pantai dengan konsisi masih segar.  Pelanggan pun merasa puas dengan kualitas dari ikan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Andaikan krisis ekonomi pada saat ini diibaratkan sebagai hiu yang mengejar ikan-ikan dalam tangki nelayan. Maka sebenarnya krisis yang menerpa berbagai belahan dunia ini ternyata juga ada manfaatnya.  Dengan adanya &#8220;hiu kecil&#8221; tersebut perusahaan dipacu untuk dapat bertahan hidup dalam kondisi yang menghimpit. Krisis juga membuat perusahaan (dan tentunya juga karyawannya) untuk keluar dari &#8220;zona nyaman&#8221;.  Esensinya membuat perusahaan semakin lebih baik dari sebelumnya, sehingga jadikanlah &#8220;hiu kecil&#8221; tersebut sebagai sarana untuk menjadikan perusahaan mejadi lebih efisien dari sebelumnya.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Dalam keadaan terdesak, secara alami mahluk hidup akan mengeluarkan semua kemampuannya untuk dapat bertahan hidup. Seperti ikan-ikan tersebut, perusahaan juga sebenarnya membutuhkan “hiu kecil” untuk dapat dapat berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya.<span> </span>Sehingga momen krisis ini sebaiknya dimanfaatkan perusahaan sebagai sarana untuk mengintropeksi diri untuk menjadi labih baik di masa yang akan datang.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan di Indonesia telah banyak mengalami asam garam kehidupan. Dan dengan tempaan krisis-krisis sebelumnya, seharusnya mereka dapat bertahan dari krisis saat ini. Dengan catatan mereka selalu belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain (Knowledge Management), karena panjang atau tidaknya umur perusahaan bukan dilihat dari besar atau tidaknya Perusahaan. Tapi dari kemampuan mereka untuk belajar dalam situasi baik maupun situasi yang sulit.  Semog perusahaan-perusahaan Indoneisa dari yang kecil hingga yang besar dapat bertahan dalam keadaan krisis ekonomi seperti saat ini, yang dapat memperkuat kondisi perekonomian di Indonesia.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajiperdana.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajiperdana.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajiperdana.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajiperdana.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajiperdana.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajiperdana.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajiperdana.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajiperdana.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajiperdana.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajiperdana.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajiperdana.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajiperdana.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajiperdana.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajiperdana.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajiperdana.wordpress.com&amp;blog=6131767&amp;post=7&amp;subd=ajiperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajiperdana.wordpress.com/2009/01/21/belajar-dari-kisah-hiu-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d35dc1974540d4f9151ba114757b0330?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajiperdana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ajiperdana.files.wordpress.com/2009/01/nemo-shark-749853.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nemo-shark-749853</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
