
Cover
Apa jawaban yang anda pada pertanyaan “oli anda?”, pasti jawaban yang akan anda jawab adalah “Top one Juga kan!”. Ternyata slogan tersebut telah menancap di banyak masyarakat Indonesia, dan hal itu menandakan bahwa brand top one sudah banyak dikenal pada masyarakat di Indonesia. Top one juga banyak menggunakan endorser artis dan orang terkenal pada iklannya, mulai dari Mulan Jameela, Padi, sampai pada pengusaha Bob Sadino.
Pada saat suatu kuliah IMC dikelas, pengajar saya pernah menjelaskan kalau anak kecil adalah salah satu Potential Market yang cukup besar. Hal tersebut ternyata dipraktekan juga oleh Top one, dengan menempatkan iklannya pada majalah anak-anak “Bobo”. Bentuk iklan tersebut ditampilkan secara menarik dengan bentuk selembar kertas karton yang diselipkan permainan ular tangga yang dihiasi banyak gambar. Salah satu bagian dari iklan tersebut dapat digunting untuk dibentuk dua buah mobil kecil dan satu buah dadu. Pada salah satu sisinya ada penjelasan singkat tentang edukasi yang berjudul “mengapa mobilmu butuh oli?”.
Daya tarik iklan tersebut menurut saya terletak pada sisi emosional dari anak. Pada saat anak-anak bermain permainan ular tangga tersebut bersama teman atau orang tua nya, otomatis terjadi kedekatan emosional antara teman dan orang tua. Dan menurut saya pada proses itulah si anak mulai mengenali oli dengan merek top one, sehingga top one berharap si anak apabila sudah beranjak dewasa menjadi pelanggan setia dari oli top one, atau dapat menjadi Influencer saat orang tua mereka membeli oli untuk kendaraannya. Karena pengaruh anak sebagai influencer juga cukup besar, yaitu mencapai 10%-20%.
Executional framework pada iklan ini memanfaatkan fantasi anak serta bersifat informatif. Fantasi anak dapat timbul pada saat anak sedang bermain dan berfantasi bahwa mobil pada permainan itu adalah mobilnya sendiri. Anak juga dapat mulai mengetahui tentang peran oli untuk kendaraan, karena tulisan dalam iklan ini juga cukup informatif.
Iklan tersebut sangat bertentangan dengan pakem selama ini, karena selama ini iklan oli selalu menempatkan promosinya dengan memanfaatkan rational appeals dengan menunjukan bahwa oli tersebut dapat membuat performa kendaraan menjadi lebih kencang atau lebih awet, sehingga banyak sekali perusahaan oli yang menjadi sponsor untuk event balap motor atau mobil. Atau ada juga yang menggunakan exceptional Framework pada Testimonial seperti yang selama ini dilakukan pada iklan TVC Top One.
Iklan yang serupa juga pernah dilakukan juga oleh Nissan Serena pada majalah Bobo. Pertimbangan Nissan pada saat itu karena orang tua seringkali menyerahkan pilihan kepada anak sebagai bentuk kompensasi untuk kesenangan anak. Iklan tersebut ternyata menimbulkan efek positif bagi Nissan karena ternyata Bobo juga ikut dibaca orang tua, dan pemasangan iklan tersebut dapat dikatakan sukses, karena memberikan dampak positif bagi penjualan Nissan Serena.
Anak kecil pada saat ini dapat menjadi market dari suatu iklan, sehingga peran orang tua di sini cukup penting untuk memberikan informasi yang bijaksana kepada anak mengenai suatu produk. Menurut saya bentuk iklan seperti ini juga dapat dimanfaatkan oleh brand-brand yang berhubungan dengan gadget (Ponsel atau laptop) atau institusi pendidikan seperti SD atau SMP, karena sifat keingintahuan anak pada umur belia sangat besar. Tapi tentunya hal itu juga tidak lepas dari pengawasan orang tua.
Kisah ini diambil dari cerita nelayan-nelayan di Jepang yang harus menjual ikannya dalam keadaan segar. Pada suatu saat nelayan-nelayan tersebut harus pergi melaut ke tempat yang cukup jauh untuk mendapatkan banyak ikan. Akibatnya, ikan yang tiba di pantai diterima pelanggan sudah tidak segar lagi, harga pun jatuh. Untuk mengatasi masalah tersebut mereka mengusahaakan lemari pendingin atau Frezer yang dibawa ke atas perahu. Akan tetapi usaha tersebut tidak dapat memuaskan pelanggan menikmati ikan segar, karena cita rasanya akan berkurang pada saat dibekukan, sehingga harga ikan-ikan tersebut semakin merosot tajam.